Baru beberapa pekan sejak meninggalnya penyanyi kenamaan Glen Fredly, dunia musik tanah air kembali harus menelan pil pahit berpulangnya sang maestro campur sari, Didi Kempot pada Selasa, 05 Mei 2020. Didi kempot yang memiliki nama asli Dionisius Prasetyo berasal dari keluarga seniman, dimana ayahnya merupakan seorang pelawak terkenal almarhum Ranto Edi Gudel. Bukan itu saja, saudara – saudaranya juga mewarnai dunia seni di bidang masing – masing, diantaranya almarhum Mamiek Prakoso (pelawak), almarhum Sentot Selino (penyanyi), dan Eko Gudel (penari).
Menurut beberapa sumber terpercaya, Didi Kempot meninggal di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo akibat penyakit jantung. Berdasarkan Sample Registration System yang dikeluarkan Kementrian Kesehatan, penyakit jantung adalah penyebab kematian terbanyak ke 2 di Indonesia. Selain itu, penyakit jantung juga menyebabkan kerugian finansial yang besar. Hal ini ditunjukkan oleh data BPJS dimana terjadi peningkatan biaya kesehatan untuk penyakit jantung dari tahun ke tahun.
Kami menjual peralatan memasak berkualitas dengan harga kompetitif.
Bila di Indonesia Penyakit Jantung menjadi pembunuh kedua, maka di Amerika Serikat berbeda lagi ceritanya. Di Amerika Serikat, penyakit jantung adalah penyakit yang menyebabkan kematian terbanyak setiap tahunnya. National Intitutes of Health menyatakan ada banyak bentuk penyakit jantung. Namun, yang paling umum ditemukan adalah penyakit arteri koroner yang disebabkan penyempitan atau penyumbatan pada arteri koroner, pembuluh darah yang bertugas memasok darah ke jantung. Penyakit ini dapat berkembang dari waktu ke waktu, dapat dimulai pada masa kanak – kanak atau remaja. American Heart Association menyebutkan ada beberapa gejala arteri koroner yang perlu diwaswapadai, antara lain dada terasa nyeri, sesak napas, jantung berdebar, dan mudah lelah.
Selain beberapa gejala di atas, ternyata ada juga beberapa gejala lain yang mungkin dialami oleh penderita penyakit jantung, yaitu sebagai berikut :
- Jantung berdebar dengan cepat atau detak jantung justru melambat.
- Kepala terasa pusing.
- Demam.
- Irama jantung berubah.
- Terjadi pembengkakan pada area lengan, tungkai, sekitar mata, atau perut.
- Sering pingsan atau terasa mau pingsan.
- Batuk kering yang tidak kunjung sembuh.
- Mual.
- Muncul ruam pada kulit.
- Sesak napas atau sesak menjadi pendek.
- Tangan dan kaki dingin.
- Warna kulit membiru (sianosis).
Apabila Anda merasakan gejala – gejala diatas, kami sarankan agar langsung temui dokter. Pasalnya, penyakit jantung jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat menimbulkan beberapa komplikasi, misalnya :
Gagal Jantung.
Gagal jantung terjadi ketika jantung tidak dapat memopa cukup darah ke seluruh tubuh. Hal ini dapat disebabkan penyakit jantung koroner (PJK), infeksi jantung, sampai penyakit kelainan jantung jantung.
Serangan Jantung.
Serangan jantung adalah komplikasi yang terjadi saat bekuan darah menghambat alirah darah ke jantung yang telah menyempit sebelumnya serta merusak bagian ototnya.
Henti Jantung Mendadak.
Komplikasi ini terjadi ketika fungsi jantung mendadak berhenti, sehingga membuat penderitanya tidak bisa bernapas serta kehilangan kesadaran. Jika tidak ditangani dengan cepat, dapat menyebabkan kematian.
PJK.
PJK merupakan komplikasi penyakit jantung yang dapat memicu stroke iskemik. Terjadi ketika otak tidak menerima aliran darah yang cukup akibat arteri ke otak tersumbat.
Pembesaran Dinding Arteri.
Komplikasi penyakit jantung terakhir yang perlu kita waspadai adalah pembesaran di dinding arteri, sebab bila pecah dapat menyebabkan kematian.
Demikianlah informasi terkait gejala penyakit jantung penyebab Didi Kempot meninggal dunia yang wajib kita ketahui. Semoga bermanfaat dan jangan lupa membagikan ulasan ini. Terima kasih.
Life is a learning. So, I will stop learning when I’m no longer alive.


