Orang tua berperan tidak hanya menjaga kesehatan fisik anak saja tapi juga kesehatan mental si kecil. Namun, hal ini justru seringkali diabaikan bagi masyarakan Indonesia. Padahal kesehatan mental anak sangat berpengaruh terhadap pola pikir serta prilaku anak ke depannya. Untuk membantu bunda dalam menjaga kesehatan mental anak, disini kami akan membahas seputar kesehatan mental anak yang harus bunda ketahui. Penasaran apa saja? Mari kita simak penjelasannya dibawah ini.
1. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak.
Rasa percaya diri pada si kecil dapat ditumbuhkan dengan beberapa cara, diantaranya adalah sebagai berikut :
- Memberikan pujian kepada anak ketika mereka mulai mempelajari hal baru.
- Menolong anak untuk menentukan tujuan yang sesuai dengan kemampuannya.
- Jangan melakukan atau mengucapkan sesuatu yang bisa membuat anak berhenti mencoba ketika mereka gagal.
- Arahkan anak untuk cara bekerja dalam kelompok.
- Bersikap jujur ketika melakukan kesalahan, ajari anak untuk dapat menerima kesalahan dan juga kegagalan.
2. Berikan Kesempatan Anak Bermain.
Bermain menjadi kebutuhan anak yang harus diberikan untuk menjaga kesehatan mental saja. Sebab, kegiatan bermain tidak hanya menjadi waktu bersenang – senang saja tetapi juga waktu anak melatih kreativitas, mengendalikan diri, serta cara memecahkan masalah. Apalagi aktif bergerak selama bermain membuat si kecil menjadi lebih sehat secara fisik maupun mental.
3. Mengajarkan Anak Untuk Bersosialisasi.
Selain bermain dengan orang tua, si kecil juga perlu berinteraksi dengan anak seumurannya. Bermain dengan teman sebaya dapat membantu anak untuk mengenali kelemahan serta kelebihan yang ada pada dirinya. Cara ini juga melatih anak untuk hidup berdampingan dengan orang lain. Bunda dapat menemukan teman bermain si kecil dengan cara mengajak anak mengunjungi lingkungan sekitar, tempat rekreasi, atau bisa dengan mendaftarkan anak di sekolah.
Kami menjual peralatan memasak yang aman bagi kesehatan anak dengan harga spesial.
4. Mengajarkan Anak Untuk Menikmati Proses.
Ajarkan anak untuk paham bila kemenangan dan pencapaian tujuan bukanlah segalanya karena yang terpenting adalah menikmati proses dalam mengerjakan sesuatu hal. Misalnya, anak sedang mengikuti pertandingan atau permainan olahraga, maka anda sebaiknya bertanya perasaan anak selama bermain daripada bertanya apakah si kecil memenangkan permainan tersebut. Kebiasaan menuntut anak untuk menang bisa memicu ketakutan pada kekalahan, ataupun kuatir dalam mencoba hal baru yang nantinya membuat anak frustasi.
5. Mengajarkan Anak Disiplin Secara Adil dan Konsisten.
Di samping membutuhkan kesempatan untuk mempelajari berbagai hal baru dan hidup mandiri, anak juga harus mengetahui beberapa perilaku tidak boleh dilakukan, dan bahwa mereka akan menerima konsekuensi jika melakukan tersebut. Menasihati dan memberi contoh adalah hal yang paling baik untuk menerapkan perilaku disiplin yang memiliki dasar kebaikan, nilai agama, maupun norma sosial.
6. Berikan Kritik Pada Prilakunya Bukan Orangnya.
Ketika akan menghukum ataupun mengkritik kesalahan yang diperbuat oleh si kecil sebaiknya fokus pada perbuatan yang anak lakukan. Katakan bila prilaku tersebut salah atau tidak baik tanpa memberi label anak dengan memanggil dengan sebutan “anak nakal”.
7. Memberikan Lingkungan Rumah yang Aman.
Rumah menjadi tempat anak pertama kali belajar banyak hal. Jadi, untuk mendukung perkembangan anak, berikan lingkungan keluarga yang harmonis dan aman. Bila suasana rumah tidak aman dapat membuat anak jadi mudah merasa cemas atau ketakutan yang pada akhirnya menghambat perkembangan anak. Bukan itu saja, kondisi rumah yang baik juga ternyata membantu si kecil untuk membangun rasa percaya diri kembali ketika mengalami kesulitan maupun permasalahan.
Life is a learning. So, I will stop learning when I’m no longer alive.


