Tips Mengajarkan Anak Berpuasa, Orang Tua Wajib Baca

Menurut agama istilah puasa berarti menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, yakni makan, minum, dan berhubungan intim.

Tips Mengajarkan Anak Berpuasa, Orang Tua Wajib Baca

Menjadi orang tua bukanlah perkara mudah, sebab ada begitu banyak tanggung jawab yang harus dilakukan terhadap sang buah hati, salah satunya mengajarkan tentang agama sejak kecil. Seperti halnya mengajarkan anak bagaimana cara untuk berpuasa. Bagi bunda yang masih belum tahu, gimana nih cara mengajarkan anak berpuasa tidak perlu kuatir. Sebab, disini kami berikan beberapa tipsnya khusus bagi Anda.

Mengajarkan anak tentang Rukun Islam serta mengamalkannya.

Agama Islam mempunyai lima Rukun Islam yang salah satunya adalah Puasa. Tips pertama yang harus kita lakukan sebagai orang tua dalam mengajarkan anak – anak untuk Puasa adalah menanamkan ajarkan agama kepada sang buah hati. Hasilnya mereka akan mampu memahami, menghayati, serta mengamalkan seluruh ilmu agama yang mereka peroleh dengan baik. Setelah itu, mereka juga akan tahu bagaiman cara berbakti kepada orang tua. Jadi mereka mampu mengakrabkan diri mereka dengan ibadah dalam kehidupan sehari – hari. Namun, bila orang tua tidak mengerti agama serta tidak peduli terhadap ajaran agama, maka mental serta moral anak kedepannya jauh menyimpan dari norma kehidupan agama.

Menjelaskan Keutamaan – Keutamaan Puasa.

Menurut agama istilah puasa berarti menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, yakni makan, minum, dan berhubungan intim. Waktu puasa dimulai sejak subuh (terbit fajar) sampai matahari terbenam. Setiap umat Islam yang sehat wajib untuk berpuasa pada siang hari. Ini merupakan keutamaan – keutamaan Puasa yang harus diceritakan kepada anak guna mengajarkan mereka tentang Puasa.

Menjelaskan Larangan Dalam Puasa.

Tips berikutnya yang harus kita lakukan untuk mengajarkan anak berpuasa adalah menjelaskan larangan dalam puasa kepada anak. Caranya, jelaskan jika selama berpuasa manusia bebas karena tidak ada yang mengawasi dari pihak luar, kecuali dirinya sendiri dan Allah. Jika seseorang berhasil melakukan Puasa, maka ia sudah melatih dirinya untuk jujur dalam melaksankan ibadah. Adapun larangan utama dalam puasa adalah tidak makan, minum, serta berhubungan intim mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Memberikan Contoh Tauhid yang Baik.

Selama mengajarkan Puasa kepada anak, sebagai orang tua kita dituntut untuk memberikan perhatian, bimbingan, arahan, dukungan, pengawasan, dan contoh atau teladan secara teratur agar mereka lebih cepat mampu berpuasa.

Menjelaskan Bahaya Meninggalkan Puasa.

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra: Bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda ketika datang bulan Ramadhan: Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkat, diwajibkan atas kamu untuk berpuasa, dalam bulan ini pintu Jannah dibuka, pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada suatu malam yang nilainya sama dengan seribu bulan, maka barangsiapa diharamkan kebaikannya (tidak beramal baik didalamnya), sungguh telah diharamkan (tidak mendapat kebaikan di bulan lain seperti di bulan ini). (HR. Ahmad, Nasai dan Baihaqy. Hadits Shahih Ligwahairihi). Hadits Al Quran ini berisi tentang bahaya meninggalkan puasa yang wajib kita ketahui. Hal ini juga dapat kita sampaikan kepada anak dengan cara bercerita agar mereka lebih mudah mengerti serta memahami. Dengan begitu mereka akan takut untuk meninggalkan puasa selama bulan Ramadhan.


Beli gelas jus kaca cantik berkualitas dengan harga terjangkau disini


Jangan Memaksa.

Kita dapat mempraktekan ajaran Rasulullah untuk mengajarkan anak puasa. Kita dapat melatih anak berpuasa sejak dini, yaitu dimulai dari usia 5 tahun. Bila anak – anak sudah meminta makan ketika meraka sudah merasa lapar, kita dapat memberikan pengalihan perhatian dengan mengajak bermain atau pergi mencari hiburan. Dengan begitu, anak – anak akan lupa rasa laparnya dan mereka mampu melanjutkan puasanya sehingga dapat bertahan sampai waktu berbuka. Namun, dianjurkan agar tidak memaksa anak berpuasa sehari penuh jika anak tidak sanggup, sebab anak – anak belum berkewajiban untuk berpuasa.

Bersikap Tegas.

Dalam mengajarkan tentang agama orang tua perlu bersikap tegas, tapi tidak bersifat memaksa agar anak – anak mau melaksankannya serta tidak kalah penting yaitu disiplin. Membiasakan si kecil bangun untuk sahur selama bulan Ramadhan serta berhenti makan ketika imsak, lalu sholat Subuh bersama keluarga adalah bentuk kebiasaan – kebiasaan yang nantinya akan ditiru anak – anak saat mereka dewasa.

Mengajarkan Anak Agar Menghormati Orang yang Sedang Berpuasa.

Saat anak – anak tidak sanggup menahan makan dan minum sampai waktunya berbuka puasa, mereka harus diajarkan  bagaimana caranya untuk menghormati orang yang sedang berpuasa, misalnya tidak makan dan minum di hadapan orang yang sedang berpuasa. Bukan itu saja, mereka juga harus menghormati orang yang tidak berpuasa dengan mengejek orang – orang yang tidak berpuasa karena perbedaan agama. Hal ini bertujuan untuk memupuk rasa toleransi beragama kepada si kecil.

Memberikan Ganjaran.

Supaya anak – anak lebih bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa, tidak ada salahnya jika kita sebagai orang tua memberikan ganjaran berupa hadiah yang mereka sukai. Namun, hal ini tidak baik bila diteruskan sampai mereka beranjak besar. Mereka harus diajarkan pula jika mereka wajib menjalankan ibadah puasa bukan karena diberikan hadiah, melainkan karena perintah Allah SWT yang wajib untuk dijalankan.